Kumpulan SInopsis Jodha Akbar

loading...

Sinopsis Jodha AKbar episode 136 bag 2 by Meysha Lestari.

Sinopsis Jodha AKbar episode 136 bag 2 by Meysha Lestari.  Meena Bazar telah di buka. Semua Ratu dan pelayan telah membuka stalnya. Karena siapapun boleh beli, maka meena bazar kali ini sangat rame. Para wanita berbondong-bondong menawar dan membeli barang yang di inginkan. Para ratu saling bersaing. Maham menatap mereka dengan aneh, "aku benar-benar tak tahu dengan para Begum ini. Mengapa mereka selalu saja bersaing setiap ada meena Bazaar..." Maham memberitahu resham kalau kadang dai ingin mengudnurkan diri dari posisinya sebagai perdana menteri dan mulai berjualan, pasti dia akan menghasilkan banyak uang. Resham setuju, "itu  ide bagus, nyonya.." Maham langsung melotot,"dasar bodoh!"

Di kios javeeda, banyak irang berkerumun. Maham penasaran dan menegurnya, "Javeeda..." Javeeda menjawab kalau dia tak bisa bicara dengan maham sekarang, karena dia sangat sibuk. Lalu pembeli yang berdesakan mendorong maham dan resham hingga keluar stal. Maham menatap javeda dengan khawatir. Zakira datang dan memberitahu pembeli kalau minya itu tidak boleh di oleskan ke wajah terlalu lama. Javeeda menyuruh Zakira diam dan mengusirnya. Benazir datangd an bertanya, "apa ini?" Javeeda menyahut, "aku menjual rahasia kecantikanmu..." Benazir berkata dalam hati, "tak ada yang tahu rahasia kecantikanku..." lalu benazir mengajak  Zakira pergi.

Tiba-tiba terdengar pengumuman kalau Jalal datang dan semua transaksi berhenti dulu. Para selir berkumpul. Jalal datang bersama hamdia bano. Jalal berkat akalau biasanya dai membeli semua barang yang ada di Meena Baazar, "tapi kali ini, aku hanya akan membeli dari satu stal saja...." Pengawal mengumumkan kalau semua yang menjual barang di minta menunjukan barangnya pada jalal untuk di lihat dan di beli. Para begum berlarian ke stal untuk mengambil barang dan menunjukannya pada Jalal. Maham dan Resham serta Hamdia bano tersenyum.

Lalu Para ratu datang dengan membawa hbarangnya. Ruq yang datang paling depan. Dia membawa Sal. jalal memuji Sal itu, tapi dia berkata kalau tak bisa membelinya karena takut di anggap pilih kasih. Ruq menyahut, "tidak apa, aku hanya ingin kau memakainya.." Ruq memakaikan sal itu, Jalal menggucapkan terima kasih. Lalu Jalal menunjukan belian Kohinoor pada semua orang dan berkata kalau pemenangnya akan mendapatkan berlian itu. Semua berdecak kagum.

Giliran salima, dia membawa bunga. Jalal berkata, "jadimalam ini kau memutuskan untuk menjual bunga?" Salim mengatakan keistimewaan aroma bunga itu yang bisa menenangkan pikiran. jalal memujinya. lalu jalal melangkah kedpan Jodha. Dengan wajah kesl, dia bertanya, "apakah kau punya sesuatu untuk di jual?" Jodha menggeleng, "tapi aku punya hadiah untukmu.." Jalal menyahut dengan ketus, "ini adalah meena Bazar, aku datang untuk membeli bukan untuk menerima hadiah.." Jodha berbalik hendak mengambil hadiahnya, tapi Jalal tak mau menunggu. Jodha yerlihat kecewa. Hamdia merasa heran dan ikut kesal. dia mendekati benazir dan bertanya apa yang di jual Benazir?

Benazir menunjukan lukisa jalal yang di buatnya sendiri. Jalal memuji lukisa itu yang tampak hidup, sehingga membuat Jalal serasa bercermin. Lalu Jalal mengumumkan Benazir sebagai pemenang dan memberikan berlian Kohinoor padanya. Ruq dan Jodha menatap cengan cemburu. Para wanita mulai berbisik, mereka bilang kalau benazir menang bukan karena lukisannya bagus, tapi karena kecantikannya telah memikat jalal. 


Maham melihat kecemburuan Ruqayah dan menegurnya, "Ratu Ruqayah, kenapa kau yang merasa buruk? orang yang seharusnya merasa sedang merasakannya.." Maham menunjuk kearah Jodha. Ruq menatap Jodha yang terlihat cemburu dan kesal. Ruq mengerti permainan Jalal dan tersenyum. Setelah menyeragkan berlian Kohinoor, jalal hendak beranjak pergi. Tapo Hamida menegurnya, "tunggu Jalal! Sebagai ratu aku ingin mengatakan sesuatu..." Jalal bertanya, "apa itu?"

Hamiaa ingin melihat hadiah apa yang di bawah Jodha. Jodha membuka hadiahnya, miniatur ayunan bayi. Jalal tambah kesal. Hamdia terlihat kagum dan bertanya, "apa makna di sebaliknya..?" Jodha menjelaskan kalau itu adalah lambang doanya untuk yang mulia, "aku tak tahu siapa yang akan memberikan keturunan sebagai pewaris Raja, tapi aku berdoa agar beliau segera di beri keturunan. Dalam tradisiku, kami percaya jika kita menyimpan ayunan di rumah kita. Tuhan akan menganugrahi kita dnegan seorang anak. Karena itu aku ingin berikan ayunan ini sebagai hadiah. Katakan padaku ibu, bagaimana aku bisa menjual ayunan demi uang?" Hamida tersenyum, "kau benar sekali, ini hadiah yang sangat berharga. Tak ada yang bisa membelinya, bahkan permata Kohinoor tidak cukup untuk menghargai ayunan ini..." Smeua orang yang mendengar tertunduk heran.

Apalagi ketika Hamida Bano melepas kalung warisan keluarganya untuk di berikan pada Jodha, semua orang menatap dengan iri, terutama Ruqayah. hamdia menghadiahkan kalung itu pada Jodha dan memasangkannya di lehernya. Jalal melirik Jodha dengan kesal.... SInopsis Jodha AKbar episode 137
Bagikan :
Back To Top