Kumpulan SInopsis Jodha Akbar

loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 138 bag 2 by Meysha Lestari.

Sinopsis Jodha Akbar episode 138 bag 2 by Meysha Lestari.  Lalu Jalal berkata, "aku lupa memberitahumu kalau Benazir ingin berteruma kasih padamu. Dia sangat menyukai hadiah darimu..." Jodha menatap Jalal dengan sengit, "hadiah itu untukmu, itu kiriman dari ayahku. Aku takkan berikan padamu jika aku tahu kau akan memberikan itu pada orang lain.." Jalal tertawa, "maaf soal itu, aku tak bisa meminta selendang itu kembali dari benazir. Tak baik bagi seorang Raja melakukan itu.." lalu terdengar pengumuman kalau hamida bano datang. Jodha cepat-cepat mengambil nampannya dan berdiri di samping Jalal.

Hamida banoterlihat cemas, sampai dia tak membalas salam Jalal. Jalal memberi salam dan hendak duduk, tapi Hamida melarangnya, "tak usah bangun Jalal. Aku datang karena kau terluka, biarkan aku lihat lukamu..." Jalal menenangkan Jalal, "tidak begit parah, ibu. Aku terluka saat berlatih pedang. Bangsa Mughal sudah biasa terluka.." Jalal melirik Jodha dan berkata, "tapi jangan Khawatir Bu, ratu Jodha sudah membawakan obat. Dan dia memaksa untuk mengoleskan obat itu pada lukaku. Padahal aku sudah bilang kalau itu adalah tugas pelayan, Rahu Mughal tak perlu melakukannya, kan ibu?" 

Hamida bano tersenyum, "sekarang kau tak mengerti alasan di balik ini, Jalal..." Jalal tersenyum simpul. Jodha menatapnya dengan dongkil. Hamida bano menjelaskan kalau seorang istri selalu ingin menjaga suaminya, "tak ada yang salah dengan itu..." Jodha mencibir. Tapi saat hamidabano melihatnya, Jodha pura-pura tersneyum ramah. Hamida bano menyuruh Jodha mengoleskan obatnya. Jodah mengangguk patuh. Jalal pura-pura keberatan, "tapi ibu, dia adalah ratu istana ini.." Hamida menyahut cepat, "cukup, Jalal. kau tak bisa melarang dia.." Sekali lagi, hamida bano menyuruh Jodha mengoleskan obatnya. Jodha menurut.

Jodha jongkok di sampaing kaki Jalal yang telah di perban. Jalal tersenyum puas melihat Jodha. Dalam hati jalal berkata, "aku bisa menyuruhmu melakukan apapun..." Jodha membantin, "aku takkan biarkan kau melakukan ini, jika ibu tidak ada disini..." Jalal menyahut dalam hati, "aku akan selalu punya cara untuk membuatmu dalam masalah.." Lalu hamida bano pamit, "aku harus pergi, Jalal. Ratu Jodha akan merawatmu..." lalu hamdia bano meranjak pergi.

Jodha segera bangkit dan mearahi Jalal yang beruat semena-mena padanya, "aku tak akan membiarkan kau melakukan iu padaku.." Tiba-tiba terdengar suara Hamida kembali, "jalal..." Jodha cepat-cepat jongkok kembali di depan jalal. Jalal memanggil ibunya dan mengadu, "Ibu, lihat. ratu Jodha memarahiku..." Hamida menatap Jodha dengan tatapan menuduh. Jodha binggung sebentar lalu dengan cerdik dia menjawab, "aku harus lakukan itu, dia terluka tapi ingin jalan-jalan. Bukankah dia keras kepala?" Jalal tersenyum nakal. Hamida bano melihat senyum jalal dan membela Jodha, "Jalal, Jodha benat, kau harus istirahat. Aku lupa menyampaikan kabar untukmu., Mirza hakim sudah meninggalkan Kabul dan dalam perjalanan ke Agra.." Jalal mengangguk, "aku sudah tahu ibu, dia akan sampai 2 hari lagi..."

Lalu jalal bangkit dari duduknuya. Hamdia bano cemas, "kenapa kau bangun?" Jalal menjawab, "bagaimana lagi bu, aku ini raja, aku harus menjalankan tugasku. Luka ini takkan menghentikan aku. banyak yang harus kerjakan di dewan kerajaan." Hamida bertanya, "bagaimana kau akan kesana?" Jalal meminta Hamida tidak cemas, "ratu Jodha akan mengantarku kesana. Dia akan menuntunku..." Jodha melotot kesal pada jalal tapi tersenyum ramah pada hamida. lalu Jalal coba bangkit dan meminta Jodha menuntunnya. Jodha tak punya pilihan lain selain menuruti keinginan jalal. Hamida menatap keduanya dengan senyum lega.

Baru beberapa langkah, Jodha mendudukan Jalal di bangku yang lain dan memarahinya, "kau keras kepala, ibu melarangmu berjalan.." Jalal menatap Jodha tanpa ekspresi. Jodha jongkok di depan Jalal meneyindirnya, "kau lebih baik menjadi aktor daripada Raja. Kau suka berakting. kau menggunakan ibu agar aku megoleskan obat pada lukamu, kau tahu aku tak bisa menolakmu di depan ibu..." Jalal menyahut, "tapi ibu tak ada di sini, kenapa kau masih memapahku?" Jodha menyahut, "karena kau sedang terluka. Sudah menjadi tugasku untuk menolongmu..."

Jalal melihat benazir datang kearah mereka. Jalal tersenyum dan berkata, "jangan cemas, Ratu Jodha. Aku tahu siapa yang akan memapahku sekarang..." Jodha melihat Benazir dan melotot tak senang. Wajahnya di liputi kecemburuan. Benazir berdiri di depan jalal dan menyapanya, "Salam yang Mulia, aku datang karena aku dengar anda terluka.." Jodha dengan wajah di buat-buat ramah menyahut, "ya, tapi jangan kuatir, dia sudah di obati. Dan lukanya akan segera sembuh..." 

Jalal tersenyum tipis. lalu Jodha bangkit dan berkata pada jalal, "aku rasa kau sduah tak membutuhkan aku lagi..." lalu Jodha berbalik pergi di ikuti tatapan jalal. Lalu dengan suara di keras-keraskan Jalal pura-pura manja pada benazir, "ayi Benazir, kamerilah bantu aku..."  Jodha menghentikan langkahnya mendengar itu dan menoleh dengan tatapan cemburu. Dia melihat jalal sedang merangkul benazir. Dengan kesal, Jodha berbalik dan bergegas pergi. 

Jalal menoleh kearah Jodha yang menghilang sambil tersenyum puas. Setelah memastikan Jodha tak ada, Jalal melepas rangkulannya di pundak Benazir dan menyuruh Benazir pergi, karena dia bisa berjalan sendiri. lalu Jalal bangkit dan melangkah pergi di ikuti tatapan Benazir. benazir berkata, "aku tahu kau telah memperalatku untuk membuat ratu Jodha cemburu. Niatku untuk mendekatimu tidak akan gagal. Aku harus harus cari cara lain untuk mencuri perhatianmu sebelum terlambat..." Sinopsis Jodha Akbar episode 139 
Bagikan :
Back To Top